Selamat Datang di thetrekkers.com

Bak Penampungan Air Hujan, Solusi Penyimpanan Air di Musim Kemarau

Bak penampungan air hujan, tampungan air hujan, penampungan air hujan

Hutan dapat dijadikan sebagai komponen permanen air dengan cara mempertahankan kelestarian hutan ataupun dengan melakukan reboisasi pada hutan yang telah gundul. Penelitian terakhir di hutan Amazon, Amerika Latin menyebutkan bahwa sebenarnya hutan dapat mendaur ulang hujan hingga 75% dan 25% sisanya mengalir kehilir dan meresap ke dalam tanah.

Mekanisme daur ulang hujan tersebut di mulai dengan evapotranspirasi. Pembentukan awan di wilayah hutan dan awan ini jatuh kembali berupa hujan. Dengan hujan 75% air hujan tersirkulasi di wilayah hutan, maka freskuensi hujan di wilayah tersebut relatif tinggi dan teratur serta musim hujan yang relatif panjang. Hujan dengan frekuensi tinggi ini tidak akan menyebabkan banjir karena 75% air menguap dan hanya 25% air yang mengalir ke hilir. Kekeringan juga tidak akan terjadi, karena 25% pasokan air ke hilir tersebut di dapatkan secara continue atau terus menerus hampir sepanjang tahun.

Melihat fungsi hutan yang merupakan komponen penting daur ulang air hujan tersebut, maka kedepannya hutan harus di pandang sebagai modal tetap atau aktiva tetap, bukan sebagai modal bergerak. Perlu di sadari bahwa harga kayu yang di hasilkan dari merambah hutan tidak lebih dari 71% jika di bandingkan dengan harga fungsi hutan secara integral. Fungsi hutan secara integral antara lain hutan sebagai penyimpanan air, pengendali banjir, pengendali kekeringan, pengendali longsor, stabilisator temperatur, konservasi ekosistem mikro dan makro serta pemasok oksigen. (Agus Maryono)

 

MACAM – MACAM BAK PENAMPUNGAN AIR HUJAN
  1. Sumur Resapan

Yang di maksud dengan sumur resapan air hujan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah.

Metode sumur resapan sudah banyak di kenal masyarakat dan dapat di implementasikan pada setiap unit perkantoran, tempat-tempat rekreasi, pada ruas-ruas jalan dan lain sebagainya.

Bedasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk lahan pekarangan, persyaratan umum yang harus di penuhi adalah sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil. Selain itu, sumur resapan juga di jauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter di ukur dari tepi), dan berjarak minimum 1 meter dari pondasi bangunan. Bentuk sumur itu sendiri bisa bundar atau persegi empat sesuai keinginan. Dengan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai.

Air hujan yang jatuh di atap rumah sekalipun juga dapat dialirkan ke sumur resapan melalui talang. Untuk penutup sumur yang dapat digunakan misalnya, pelat beton bertulang tebal 10 sentimeter dicampur satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil.

Dapat digunakan juga pelat beton tidak bertulang, tebal 10 sentimeter dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak diberi beban di atasnya. Dapat digunakan juga ferocement setebal 10 sentimeter. Sedangkan untuk dinding sumur bagian atas dan bawah dapat menggunakan bus beton. Dinding sumur bagian atas juga dapat hanya menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan diaci semen. Sementara pengisi sumur dapat menggunakan batu pecah ukuran 10-20 sentimeter, pecahan bata merah ukuran 5-10 sentimeter, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga. Untuk saluran air hujan, dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 milimeter, pipa beton berdiameter 200 milimeter, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 milimeter.

  1. Dam Parit

Dam parit adalah salah satu alternatif konsep “zero flow” dan “long time ofconcentration”. Bentuknya semacam embung atau waduk, tetapi memanjang seperti saluran. Air hujan yang jatuh pada suatu lahan ditampung ke dalam parit, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air irigasi.

Di samping peningkatan resapan air ke dalam tanah dan menghambat laju aliran ke sungai, teknologi dam parit ini juga dapat menampung air untuk sementara waktu dan menahan erosi yang mungkin terjadi di lahan sebelah hulu parit.

 

  1. Rorak

Rorak adalah lubang kecil dengan panjang dan lebar 30-50 cm serta kedalaman 30-80 cm, yang digunakan untuk menampung sebagian aliran air permukaan. Air yang masuk ke dalam rorak akan tergenang untuk sementara dan mengisi pori tanah. Pebuatan rorak sangat sesuai untuk daerah dengan curah hujan tinggi dengan durasi pendek dan komposisi tanah berkadar lempung tinggi yang memiliki daya serap rendah.

 

  1. Saluran buntu

Saluran buntu adalah bentuk lain dari rorak yang panjangnya beberapa meter. Penggenangan air tidak boleh terlalu lama (berhari-hari) karena dapat menyebabkan terganggunya pernapasan akar tanaman dan berkembangnya berbagai penyakit pada akar.

 

  1. Lubang penampungan air (catch pit)

Bibit yang baru dipindahkan dari polybag ke kebun seharusnya dihindari dari kekurangan air. Sistem catch pit merupakan lubang kecil untuk menampung air dan menjaga tingkat kelembaban tanah di dalam lubang serta di sekitar akar tanaman. Genangan pada lubang perlu dijaga, jika terlalu lama dapat menyebabkan kematian tanaman.

 

Bak PAH dari Semen

Selain dengan sumur resapan, kita juga bisa menggunakan bak penampungan air hujan dengan bahan semen. Dengan begitu, kita langsung bisa menggunakan air hujan.

Bangunan Penampung Air Hujan (PAH) saat ini masih berukuran kecil dengan kualitas air yang miskin mineral, dan terkadang sering retak akibat tidak adanya sistem pembasahan yang terus menerus terhadap bahan bangunannya. Dengan curah hujan yang tinggi dan dengan penguapan alami yang bisa ditiadakan untuk skala lokal, maka volume air hujan yang dikumpulkan bisa diperbesar asalkan tampungan penangkap air hujan di perluas atau di perbesar pada bagian atapnya. Dalam bangunan absah, ukuran resevoir penyimpanan air hujan disesuaikan dengan melakukan perhitungan neraca hidrologi (mass curve analysis), dengan memperhatikan besar curah hujan dan luas atap bangunan. Kualitas air yang di peroleh bisa ditingkatkan mutunya serta konstruksi bangunan di buat tahan terhadap retakan.

Kesalahan yang sering terjadi pada saat pembuatan bak PAH semen ini adalah aplikasi di lapangan yang tidak memakai saringan sehingga air tidak memenuhi syarat air bersih. Ukuran untuk 1 Kk tidak mengikuti perencanaan sehingga sangat kurang dari kebutuhan dasar.

Bak Ferosemen

Biaya pembuatan bak PAH relatif lebih mahal. Tetapi model PAH dari ferosemen biayanya lebih murah, mudah di buat, bahan bakunya mudah di dapat, konstruksi kuat, tahan lama, dan air yang ditampung pun tak tercemar.

Ferosemen adalah semacam dinding beton tipis dengan tulangan yang berlapis-lapis serta berdiameter kecil. Bahannya terdiri dari semen, kawat ayam, pasir, dan bak berbentuk silinder dengan volume antara 2,5 – 10 m3.

Metode ini sangat menguntungkan karena minimal selama musim hujan kebutuhan dasar air bersih dapat ditopang dengan bak tandon ini. Dengan cara ini, kantor-kantor pemerintah dan swasta dapat menghemat anggaran untuk PDAM sekitar 7 bulan selama musim hujan dan bulan setelahnya.

 

 

PENAMPUNGAN PRAKTIS BAHAN PVC

Bak penampungan air hujan yang biasa di gunakan oleh masyarakat merupakan tampungan permanen dengan bahan dasar semen. Membuat tampungan permanen tentu harus menyiapkan lahan yang cukup luas dan dana serta tenaga yang tidak sedikit.

Baca disini : Jenis-jenis tangki air lipat 

Kami memberikan referensi pemakaian bak penampungan air hujan yang praktis. Di produksi menggunakan bahan PVC serta di lengkapi dengan kerangka tangki air yang mudah di bongkar pasang. Tangki air ini di produksi untuk mempermudah instansi maupun masyarakat dalam penggunaan tangki air. Jika sedang tidak di gunakan, tangki air ini dapat di lipat dan di simpan untuk kemudian di pakai lagi di kemudian hari.

Tangki air lipat ini lebih efektif dan efisien karena dapat di pindah-pindahkan dan mudah di bongkar pasang. Selain itu, tangki air lipat juga sangat multifungsi. Tangki ini bisa di pakai untuk penampungan air bersih dari PDAM dan digunakan sebagai sumber air di daerah yang sedang kekeringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *